Fashion Sepatu Wanita, informasi tentang fashion sepatu wanita meliputi disain sepatu wanita dan produk sepatu wanita terbaru dari rumah mode berskala global sampai industri lokal yang dilengkapi konten khusus tentang kecantikan dan kesehatan kaki wanita.

Terbukti Lagi, High Heels Bisa Taklukkan Hati Pria

Sepatu hak tinggi wanita berefek kuat terhadap perilaku pria, demikian kesimpulan dari penelitian terakhir di Universit de Bretagne-Sud, Rennes.

Sepatu Wedges Masih Jadi Favorit

Sepatu Model Wedges yang dirancang Salvatore Ferragamo pada tahun 1930-an, hingga kini masih diminati banyak wanita.

High Heels: Cantik Di Masa Muda, Derita Di Masa Tua

Wanita muda harus bijaksana dan selektif dalam memilih sepatu untuk menghindari sakit kaki di usia tua.

High Heels Rangsang Pemakainya Makin Gemuk

Selain high heels berdampak buruk pada struktur tulang belakang dan tumit, ternyata juga membuat tubuh semakin gemuk.

Kenneth Cole Pecahkan Rekor Sepatu Terbesar

Kenneth Cole membutuhkan waktu hampir 400 jam menyelesaikan sepatu raksasa yang memecahkan rekor baru dari sepatu hak tinggi terbesar di dunia.

Apa Trend Model Sepatu High Heels di Tahun 2015 ?

Trend sepatu high heels di tahun 2015 diprediksi akan didominasi Model Chunky dan Platform, kolaborasi keduanya bisa menggeser posisi Stiletto dan Round High Heels

Ratu Elizabeth Tak Pernah Ganti Model Sepatu

Ratu Elizabeth dari Inggris selalu tampil anggun meskipun tak pernah mengganti model sepatunya selama 50 tahun.

Gaya Retro Dalam Koleksi Sepatu Terbaru Clarks


Sebagai bagian dari koleksi musim-panas 2014, Clarks, brand sepatu ternama asal Inggris yang didirikan 1825 silam, menyisipkan koleksi kapsul sepatu perempuan buah kolaborasinya bersama desainer Orla Kiely, sang "Queen of Prints". Maka, hadirlah pilihan sepatu bergaya retro nan jenaka dengan permaian color-blocking dan print di bagian sol sepatu, sebagaimana khas Orla. Sebuah "surga" bagi mereka yang senang mengeksplorasi gayanya. Musim berlanjut, gaya retro khas Orla untuk Clarks itu kembali hadir, kali ini untuk koleksi musim gugur-dingin 2014.

"Saya sangat bangga atas koleksi kedua saya di Clarks. Bahu membahu, kami telah menciptakan sebuah momentum di musim pertama dan menciptakan gaya yang menonjol untuk musim gugur-dingin 2014. Semangat tim Clarks juga warisan ini, merupakan inspirasi nyata dan saya merasa telah melakukannya kembali," ungkap Orla yang karyanya dikagumi sederet selebritas ternama seperti Kate Middleton, Kiera Knightley, Kirsten Dunst, dan Zooey Deschanel.

Didominasi palet gelap dalam nada kemerahan seperti burgundy, oker, dan merah, koleksi yang sempat dipresentasikan di ajang London Fashion Week Februari lalu itu terdiri dari enam model sepatu. Kesan retro begitu kental pada sepatu kulit berhak Orla Dotty dan Orla Dorothy, berkat permainan aksen tali ala model mary-jane yang turut menghadirkan nuansa feminin. Sedikit styling tips, jangan ragu untuk memadukannya dengan kaus kaki sebagai sentuhan akhir yang jenaka.

Sementara Orla Daphne dan Orla Dixie yang mengusung gaya bot berhak tinggi dan datar hadir bagi perempuan yang ingin menunjukkan sisi maskulinnya. Pilihan pas untuk menangkis terpaan angin musim dingin yang menusuk! Must item bagi Anda yang berencana menghabiskan liburan akhir tahun di negeri empat musim.

Untuk tampilan yang lebih edgy, Orla Dilly yang bergaya bot ankle berdetail cutout bisa jadi pilihan. Lebih senang bermain aman? Ada Orla Dora, sepatu datar bergaya loafer dengan detail tiga kancing bulat di atasnya.

Di jajaran sepatu pria, Clarks turut melakukan kolaborasi dengan menggandeng pabrikan motor klasik ternama dari Inggris, Norton. Kolaborasi tersebut menelurkan sepatu seri Mellor Top. Bergaya bot ala sepatu biker, Mellor Top terbuat dari kulit tebal berkualitas prima dengan konstruksi jahit ganda, kokoh, dengan bagian luar sepatu berlapis-lapis.

Di luar kolaborasi itu, Clarks turut melansir koleksi dari "dapur"-nya sendiri. Evolusi fashion yang seolah meruntuhkan tembok kepakeman yang mengatur penampilan seorang sesuai jenis kelamin mengilhami Clarks untuk menghadirkan koleksi sepatu perempuan bergaya androgyny, perkawinan gaya feminin dan maskulin.

"Gaya androgyny memang tengah nge-tren saat ini. Kami ingin menjawab kebutuhan konsumen akan tren tersebut tentunya dengan gaya khas Clarks," ujar Milana Marlinata, Direktur Manajer Clarks Indonesia, saat pembukan Pop Up Clarks di Plaza Indonesia Extension beberapa waktu lalu. Masih dalam napas retro, si gaya yang timeless alias tak lekang oleh waktu, hadirlah Movie Retro. Sepatu bot ini terbuat dari kulit Italia dengan detail jahit tindas dan quilted khas Clarks yang menyumbangkan kesan tangguh ala koboi dan biker.

Perpaduan unsur feminin dan maskulin semakin kentara pada jajaran sepatu berhak yang tampil dalam gaya oxford, sepatu wajib para gentlemen. Ada Blues Melody, bergaya bot ankle, terbuat dari kulit mengilat, berhiaskan rumbai-rumbai panjang. Lalu Game Oval, sepatu datar bertali dengan sol tinggi berwarna ox blood (seperti merah marun), dan Blues Myth, bot ankle kulit Taupe Combi bertali dengan aksen bahan tenun Linton Tweet monokromatik. Sporty dan elegan! Cocok bagi pribadi yang senang tampil ala street-style.

Koleksi sepatu ini dilengkapi fitur Clarks Plus berupa bantalan untuk mengurangi titik berat badan yang terpusat di tumit sehingga lebih terasa nyaman saat dipakai. Pada sepatu pria, Clarks mengedepankan konsep versatile alias serbaguna. Kasual, namun bisa dipakai untuk kesempatan formal pula.

Gaya kasual hadir pada sepatu seri berapron depan, seperti Drexlar, Raspin yang bergaya broque, dan bot chukka bernama Novato. Semuanya menggunakan bahan suede dan kulit mengilap sehingga cocok dipakai saat acara formal.

Mengingat kenyamanan dan daya pakai menjadi unsur penting Clarks, sepatu ini hadir dengan teknologi Active Air Vent yang merupakan inovasi Clarks untuk menghantarkan sirkulasi udara pada kaki tiap 10 langkah. Inovasi teknologi juga teraplikasikan pada seri Darby Rise. Teknologi Gore-TEX memungkinkan sepatu bot kulit bergaya oxford ini dipakai saat kondisi ekstrem. Cocok bagi pria yang berjiwa petualang dan senang pada kegiatan di luar ruang. Sumber : tribunnews.com

Sepatu Wedges Masih Jadi Pilihan Wanita

Sepatu Wedges Masih Jadi Pilihan Wanita

Sepatu wedges untuk wanita yang dirancang Salvatore Ferragamo pada tahun 1930-an, hingga kini masih populer dan memiliki pasar yang luas. Sepatu wedges yang kini sangat populer di kalangan wanita diperkenalkan pertama kali oleh Disainer asal Italia,  Salvatore Ferragamo pada era tahun 1930-an. Pada saat itu sepatu jenis flat atau hak datar sudah didominasi oleh Mary Jane dan model T-bar, karena kedua model tersebut sudah dipopulerkan lebih dulu sejak tahun 1920.

Sedangkan pasaran sepatu jenis high heels atau hak tinggi dikuasai oleh beragam model dengan menggunakan hak secara terpisah yang merupakan beragam modifikasi dari Stiletto. Sepatu Wedges hadir sebagai sepatu wanita high heels dengan penampilan yang berbeda, posisi kaki penggunanya tidak berbeda dibandingkan dengan menggunakan Stiletto, bagian tumit berada di posisi yang lebih tinggi dan ujung kaki di bagian lebih rendah.

Perbedaannya terletak pada Shank yaitu bagian yang membentang antara tumit sampai bagian depan telapak kaki untuk membentuk struktur sepatu didisain menjadi satu dengan platform, sekaligus dengan sole atau bagian bawah sepatu yang bersentuhan dengan lantai. Sehingga secara visual cenderung mengesankan sebagai sepatu yang besar dan tebal.

Dalam dinamika perkembangannya, Wedges dikenal sebagai model sepatu besar dan tebal - sementara pengguna menginginkan kesan ramping dan langsing, hal itu menyebabkan para disainer untuk “mencari kompromi” di antara dua realitas tersebut. Hasilnya adalah sepatu wedges dengan disain hak yang mengecil pada bagian tumit. Kemudian model ini di kalangan fashion dikenal dengan istilah Prism.

Kini Prism yang masih sering disebut sebagai sepatu model Wedges tersebut memiliki penampilan yang lebih beragam akibat semakin banyaknya disainer yang kreatif. Sementara itu bahannya pun juga beraneka karena kemampuan teknologi mutakhir dalam mengaplikasikan berbagai material sesuai kebutuhan yang diperlukan. Sedangkan di sisi lain, karena luasnya pasar maka kompetisi pun menjadi semakin ketat, akibatnya sepatu Wedges dijual dengan harga yang semakin murah dengan kualitas tetap terjaga.
(Source: Tips Sepatu Wanita)


Kenneth Cole Pecahkan Rekor Dunia Sepatu Terbesar


Model sepatu raksasa hasil kreasi Kenneth Cole ini merupakan hasil pembesaran dari sepatu disainnya di koleksi Musim Gugur 2014. Kenneth Cole memang seorang disainer dan pendiri label fesyen Kenneth Cole. Untuk menyelesaikan sepatu raksasanya itu Dia butuh waktu hampir 400 jam.

Tetapi hasil kerjanya tidak sia-sia, Kenneth Cole berhasil memecahkan rekor baru dari sepatu hak tinggi terbesar di dunia. “Karir saya sebagai desainer sudah mencapai level yang baru dan memecahkan Guinness World Record bukanlah hal yang sepele,” ucap Cole.

Sepatu yang memiliki tinggi 1,8 meter dengan lebar 1,9 meter itu ditampilkan kepada publik pada Kamis, 13 November 2014 pukul 10.00 waktu setempat di acara Today Show.

Seperti dilansir dari situs Women’s Wear Daily, Minggu (16/11/2014), bersamaan dengan dipertontonkannya sepatu tersebut ke publik, untuk setiap penjualan sepatu yang berlangsung antara 13-14 November 2014 di Kennethcole.com. akan disisihkan sebanyak  US$ 5 (sekitar Rp 61 ribu) untuk disumbangkan ke Garden of Dreams Foundation, sebuah yayasan untuk anak-anak kurang mampu.

Sukses meraih rekor dunia dan penjualan sepatu yang lumayan banyak, sekaligus melakukan sumbangan untuk Garden of Dreams Foundation, Cole masih belum lega. Dia bertekad untuk bekerja 400 jam lagi, "Soalnya sepatu ini kan belum ada pasangannya, " ujar Cole. Sedangkan rekor dunia untuk koleksi sepatui wanita terbanyak sampai saat ini masih tetap dipegang oleh Darlene Flynne.









Sepatu 910 yang Dilengkapi Aplikasi Smartphone

Sepatu 910 (NineTen) yang pemasarannya sudah mulai disebarkan ke kota-kota Indonesia

Kini untuk mereka yang gemar olahraga berlari tidak harus memakai sepatu mahal, karena dengan hadirnya sepatu 910 (NineTen) yang dijual dengan harga terjangkau dan dilengkapi aplikasi Smartphone. Sepatu lari ini memiliki konsultan design langsung di Kota Hanshin, Osaka, Jepang  dengan menawarkan berbagai macam keunggulan.

Dilengkapi teknologi Insole Gel Technology (IGT) yang disebut Acro+. Acro+ini merupakan pelindung kaki bagian tumit yang berbentuk gel, teknologi ini bertujuan untuk melindungi kaki dari cedera jangka panjang akibat dari tumit yang menjadi tumpuan beban tubuh ketika sedang berlari.

Fitur lainnya yang dimiliki oleh sepatu 910 (NineTen) adalah NineTen Running Coach. NineTen Running Coach atau NTRC merupakan aplikasi smartphone berbasis android. Aplikasi ini dapat mengukur jarak lari beserta waktu dan juga kalori yang terbakar selama berlari.

Aplikasi ini juga memiliki fitur tambahan yang dapat mengecek denyut jantung pengguna dengan menggunakan smart phone android mereka. Pengembangan aplikasi ini terus dikembangkan oleh 910 (NineTen) yang juga akan berencana mengeluarkan sport watch khusus untuk olah raga lari.

Untuk memenuhi kebutuhan lari masyarakat Indonesia, 910 (NineTen) Shoes saat ini hadir dengan beberapa kategori seperti neutral, lightweight, dan stability. Tahun depan, 910 (NineTen) juga berencana akan membuat trail running shoes untuk memenuhi kebutuhan para pelari outdoor.

Semua keunggulan dan fitur-fitur tersebut bisa di dapatkan oleh pecinta lari dengan harga yang sangat terjangkau. Harga sepasang sepatu 910 (NineTen) berkisar antara Rp 179.900-Rp 349.900. Distribusi 910 (NineTen) saat ini juga telah tersebar secara nasional, khususnya di kota-kota besar seperti di Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali. (Source: Sripoku)

Apa Saja Sepatu Wanita yang Modis untuk Jogging ?

Wanita yang fashioned selalu berusaha untuk tampil menarik dalam berbagai kesempatan, dalam aktivitasnya sehari-hari di kantor, berbelanja di mall maupun d pasar tradisional. Bahkan ketika berolahraga pun merasa perlu memulas bibir dengan lipstick meskipun tipis. Jogging merupakan olahraga favorit karena terhitunhg sebagai olahraga ringan tetapi bisa memberikan kesegaran optimal bagi tubuh

Masalah yang umumnya dihadapi wanita adalah apa merk sepatu yang cocok untuk olahraga tersebut. Banyak wanita yang sudah tak asing dengan jenis, model sampai merk sepatu untuk bekerja atau menghadiri peristiwa  bersifat resmi. Tetapi untuk berolahraga, meskipun hanya jogging, seringkali kesulitan untuk memilih sepatu olahraga yang tepat.

Bagaimana memilih sepatu olahraga, khususnya untuk jogging atau mengikuti lomba lari maraton dalam memperingati hari-hari penting, tetapi tetap dapat tampil modis ? Berikut adalah beberapa brand atau merk sepatu olah raga yang memiliki koleksi sepatu olahraga modis bagi para wanita seperti yang dikutip oleh detikcom dari majalah Womenshealthmag.

1. Skora Core
Label sepatu high-end, Skora Core, memiliki desain sepatu yang nyaman mengadaptasi gaya 'barefoot'. Model sepatunya yang mengikuti bentuk kaki membuat Anda nyaman ketika berlari. Skora Core sangat mementingkan kenyamanan penggunanya. Sepatu ini hadir untuk wanita dengan beragam warna seperti pink, hitam, dan biru tergantung selera Anda.

2. Newton
Newton Gravity Neutral Performance Trainer cocok untuk wanita dan tidak akan membuat kaki lecet atau cedera. Alas kaki Newton terbuat dari karet yang nyaman digunakan selama berlari. Label ini juga mengusung desain dengan bentuk alas datar. Kelebihan Newton adalah sepatunya yang ringan sehingga cocok bagi Anda yang suka berlari cepat. Untuk wanita, Newton didesain dengan warna-warna cerah seperti hijau, pink, oranye, putih, hingga biru muda.

3. Adidas
Adidas Energy Boost termasuk salah satu sepatu terbaik untuk lari. Adidas juga menjadi sepatu favorit anak muda. Desainnya yang trendi dan hadir dalam berbagai warna. Untuk wanita, Adidas juga tersedia dalam warna yang feminin seperti pink, ungu, hitam, hingga oranye.

4. Pearl Izumi
Pearl Izumi E:Motion Road N2 juga diklaim menjadi sepatu lari terbaik untuk kenyamanan wanita. Sepatu ini tetap nyaman digunakan ketika berjalan jauh. Meskipun model solnya tampak tebal tapi tidak berat ketika dibawa berlari. Untuk wanita, Pearl Izumi hadir dengan warna cerah seperti biru, merah, tosca, dan hitam.

5. Mizuno
Mizuno Wave Creation mementingkan kenyamanan dengan sol yang lembut di kaki. Desain sepatu juga mengikuti bentuk kaki. Desain sepatu Mizuno dikenal dengan gaya sol yang memiliki lubang sehingga berbeda dari sepatu lainnya. Untuk wanita, sepatu lari ini tersedia dalam warna netral seperti putih, hitam, dan merah.

6. Saucony Mirage
Saucony Mirage memiliki desain klasik. Saucony memiliki desain yang serupa dari tahun ke tahun. Warna-warna yang cerah juga cocok dipakai untuk wanita seperti kuning, oranye, biru, dan hijau.

7. Asics
Asics Gel termasuk sepatu favorit pria maupun wanita. Label sepatu lari ini khusus didesain sesuai bentuk kaki sehingga ringan dan nyaman dipakai berolahraga. Asics memiliki gel atau bantalan di bagian tumit yang membuat kaki tetap nyaman walau dipakai seharian.

Indonesia Fashion Week Prediksikan Trend 2015

Indonesia Fashion Week Prediksikan Trend 2015
Model yang memperagakan busana dan sepatu yang diprediksikan bakal trend di tahun 2015

Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 selain  menghadirkan beragam karya busana dari desainer dalam dan luar negeri sebagai referensi tren mode pada 2015, juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia tahun 2015. Fashion yang digelar selama sepekan sejak 6 November 2014 di Senayan City ini mendapat dukungan dari empat kementrian terkait yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah. Dengan mengusung konsep Local Movement, diharapkan pameran tersebut mampu mengilhami masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri.

Meramaikan acara tersebut, IFW 2014 mengajak dua belas sekolah mode di Indonesia untuk menampilkan tren tahun 2015 yang bertema Recovery. Tema tersebut merupakan hasil pemikiran tim Indonesia Trend-setter yang dibentuk Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tren yang ditampilkan adalah gaya busana berbasis Indonesia yang mengedepankan karakter berbagai daerah seperti Solo, Banjarmasin, Jakarta, serta Raja Ampat.

Selain pameran aneka pakaian dan tekstil, ada banyak kegiatan yang dapat diikuti oleh pengunjung Indonesia Fashion Week 2014. Untuk menambah pengetahuan tentang fashion serta kekayaan busana lokal, IFW juga menggelar seminar atau workshop, juga  kompetisi mode bagi yang berkualifikasi.

Lewat Dua Desainer Muda, Indonesia Tampil di Melbourne Fashion Festival

Patrick Owen dan Peggy Hartanto, dua desainer muda Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk tampil di Melbourne Fashion Festival.
Berita fashion terbaru dan sekaligus membanggakan adalah tentang Patrick Owen dan Peggy Hartanto, dua desainer muda berbakat asal Indonesia yang mendapat kesempatan dari Pemerintah Australia untuk berpartisipasi dalam salah satu pagelaran fesyen paling akbar di dunia, Melbourne Fashion Festival. Kesempatan tersebut juga menjadi peluang untuk masuk ke pasar fashion di benua kanguru ini.

Melalui Australia-Indonesia Centre (AIC), Pemerintah Australia memberikan penghargaan senilai 10.000 dolar (sekitar Rp 100 juta) kepada Patrick Owen. Desainer asal Riau ini antusias menerima penghargaan itu, karena ia tak sekadar menerima dana beasiswa dan tampil di salah satu pagelaran fesyen ternama, tapi yang lebih penting, ia mendapat kesempatan untuk lebih dikenal pasar Australia.

"Dengan uang itu, saya akan melakukan penetrasi ke pasar Australia dengan label 'Patrick Owen' sebagai brand lokal Indonesia," ujar Patrick kepada Nurina Savitri dari ABC International. "Saya sudah menyusun rencana bisnis saya selama 4 tahun, dan dengan kesempatan ini mudah-mudahan pasar Australia lebih mengenal desainer, budaya, seni serta tradisi Indonesia lewat brand saya," tambah pemuda berusia 25 tahun ini dengan bahasa Inggris yang fasih.

Menurut pria yang mengaku terjun ke dunia fesyen karena hobi ini, pasar Australia sangat dinamis terutama dengan Melbourne sebagai kota mode-nya. Patrick menilai, negeri kanguru ini memiliki industri fesyen terpenting se-Asia-Pasifik. Penghargaan yang diterima Patrick adalah representasi kolaborasi antara industri fesyen Australia dan Indonesia, untuk merayakan talenta desainer muda, inovasi, dan kreativitas mereka.

"Dana ini diberikan kepada Patrick karena ia memiliki rencana bisnis yang matang, dan karya-karyanya sendiri juga sangat mengesankan," ujar Paul Ramadge, Direktur AIC. Paul mengungkapkan, AIC memilih fesyen karena inilah salah satu cara untuk menyatukan masyarakat di kedua negara, serta memilki banyak potensi bagi hubungan Australia-Indonesia.

"Anak-anak muda Indonesia benar-benar memiliki hasrat untuk menjadi sukses di industri fesyen. Selain itu, industri fesyen Indonesia masuk ke pasar global dengan sangat cepat, desain-desainnya menakjubkan begitu pula para desainernya,"  jelas Paul Ramadge.

Selain Patrick, desainer asal Surabaya Peggy Hartanto, yang lulusan Raffles College of Design and Commerce di Australia turut menerima penghargaan dari AIC. Perempuan berusia 26 tahun ini memang tak mendapat dana beasiswa seperti Patrick, namun ia memiliki kesempatan pula untuk berpartisipasi dalam Melbourne Fashion Festival.

"Patrick dan Peggy akan terbang ke Melbourne bulan Desember untuk berkenalan dengan para pelaku di Melbourne Fashion Festival. Mereka akan kembali lagi bulan Maret 2015 di mana Peggy akan menyaksikan Patrick yang melakukan pagelaran busana di festival itu," tutur Paul.

Sebelum mendapat kesempatan emas ini, Patrick dan Peggy sudah malang melintang di panggung 'catwalk' Indonesia, termasuk Jakarta Fashion Week 2015 yang berlangsung pekan pertama November 2014. Ketua Melbourne Fashion Festival yang juga Ketua Aliansi Fesyen Global-Australia, Laura Anderson, mengatakan, pemberian penghargaan ini adalah bagian dari upaya pengembangan Aliansi Fesyen Australia-Indonesia.

"Tujuannya untuk mendukung bisnis fesyen di Indonesia. Selain dengan Indonesia kami juga punya aliansi serupa dengan China," katanya. "Karena dalam fesyen, anda tak bisa menyebut, ini adalah fesyen Indonesia, ini adalah fesyen Australia atau ini fesyen China, ini adalah soal memahami perbedaan dan dalam industri ini eksplorasi kreativitas lebih diutamakan," ungkap Laura.

Laura yang juga berprofesi sebagai pebisnis ini menerangkan, "Kami memberi peluang kepada  dua desainer itu untuk berkembang. Melbourne Fashion Festival adalah pagelaran yang besar, salah satu yang terbesar di dunia. Banyak desainer dan pelaku fesyen terlibat di dalamnya."

Sementara itu, Svida Alisjahbana, salah seorang Deputi Pimpinan di AIC dan juga Ketua Umum Jakarta Fashion Week 2015, mengutarakan, program yang digawangi AIC ini bisa bersama-sama membawa industri kreatif Indonesia dan Australia ke kancah global. "Ketika masuk ke market, itu yang mahal adalah urusan PR. Satu koleksi itu jika tak ada gaungnya ya tak akan terdengar," ujar Svida tentang pentingnya publikasi bagi karya para desainer Indonesia yang ingin masuk pasar internasional. (Sumber : www.radioaustralia.net.au)